Mamasa, SULBARKINI.COM — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, pada Minggu (26/10/2025), menyebabkan banjir disertai material lumpur menerjang gedung SDK 010 Tinua Tondon Talodo di Desa Bakadisura, Kecamatan Tabang. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut terhenti total.
“Kegiatan belajar belum bisa dilakukan karena gedung sekolah dipenuhi lumpur. Meja dan kursi juga tertimbun lumpur,” ujar Kepala Lingkungan setempat, Marten, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (27/10/2025).
Menurut Marten, material lumpur mengendap di tiga ruangan sekolah dua ruang kelas dan satu ruang guru. Ketebalan lumpur mencapai sekitar 10 sentimeter hingga menutupi seluruh lantai dan halaman sekolah.
“Dua ruangan digunakan untuk kelas satu sampai enam, sementara satu ruang guru juga ikut tertimbun. Lumpur tebal sekali, sampai ke halaman,” jelasnya.
Untuk sementara waktu, proses belajar mengajar direncanakan akan dialihkan ke rumah salah satu guru, sambil menunggu proses pembersihan yang diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga hari, tergantung kondisi cuaca.
“Kita upayakan belajar di rumah guru dulu, sambil pembersihan dilakukan. Kalau cuaca mendukung, mungkin dua atau tiga hari bisa bersih,” tambah Marten.
Ia juga mengungkapkan bahwa peristiwa banjir disertai lumpur ini bukan yang pertama kalinya melanda sekolah tersebut. “Sudah tiga kali kejadian, tapi belum pernah ada perhatian dari pemerintah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Mamasa, Gusti Hermaian, mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penilaian kerusakan.
“TRC sudah bergerak ke lapangan untuk assessment. Sepanjang hari ini kami menerima setidaknya 11 laporan kejadian dari berbagai wilayah di Kabupaten Mamasa,” ungkap Gusti melalui pesan singkat. (FR)








