SULBARKINI.COM, MAMASA – Peristiwa bendera Merah Putih terbalik di Kantor Partai Golongan Karya (Golkar) Mamasa, Kabupaten Mamasa, kembali viral di media sosial (medsos)
Peristiwa ini sontak ramai diperbincangkan di sejumlah grup WhatsApp Mamasa pada Rabu 8 Oktober 2025. Dalam video tersebut, nampak bendera Merah Putih di depan Kantor Golkar Mamasa yang ada di Jalan Rante-Rante, Desa Osango, Kecamatan Mamasa, terbalik. Putih sebelah atas, dan merah di bawah.
Menanggapi hal itu, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Mamasa H Sudirman mengaku tak menyangka peristiwa tersebut bisa terjadi. Sebab, kata Sudirman, sebelumnya bendera tersebut tidak terbalik.
Ia menduga ada oknum yang sebagai ingin merusak nama Golkar di Kabupaten Mamasa. Sudirman menilai, kejadian itu disengaja dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Saya kira yang kasih naik itu bukan dari kader Golkar. Mungkin ada yang ingin merusak namanya Golkar, sehingga dia naikkan bendera itu secara terbalik,” ujar Sudirman saat dikonfirmasi Sulbarkini.com via telepon WhatsApp.
Sudirman yakin, kejadian itu dilakukan pada saat kader Golkar lakukan pembagian pasar murah di Simpang Lima Mamasa.
“Tadi itu, ada kegiatan kader Golkar pasar murah di dekat kantor Lurah Mamasa, jadi kosong kantor. Mungkin di saat itu mi ada yang balik itu bendera,” jelas Sudirman.
Terkait kejadian tersebut, Wakil Bupati Mamasa ini mengaku akan mencari pelaku terbaliknya bendera tersebut.
“Kami akan mencari orang yang lakukan itu karena kita akan identifikasi dulu, apakah memang ada unsur kesengajaan atau ada yang ingin menjatuhkan Golkar,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu kader Partai Golkar, Nobertinus mengaku, pada saat dipasang bendera merah putih tersebut dalam keadaan tidak terbalik.
“Sejak awal Agustus kami sudah pasang, tapi kami kaget tiba-tiba ada video beredar dan bendera itu, terbalik,” ujar Nobertinus.
Ia menambahkan, kantor Partai Golkar Mamasa sempat dalam keadaan kosong sebab kader Golkar tengah melakukan pasar murah di pusat kota Mamasa.
“Waktu kami tiba dari pasar murah, kami tidak memperhatikan itu, nanti kami tahu pada saat ada video beredar, dan saat kami cek memang benar pengikatnya sudah berubah dan bendera tidak terpasang secara sempurna,” jelas Nobertinus.
Sehingga pihaknya menduga ada oknum yang melakukan hal tersebut dengan sengaja ingin merusak nama Golkar. []








