Jalan Rusak, Harapan Tak Pupus: Warga Mambulilling Mamasa Gotong Royong Perbaiki Akses Desa

Warga Mambulilling Mamasa Gotong Royong Perbaiki Akses Desa. (Foto : Ist)
WA Channel

Mamasa, SULBARKINI.COM – Di bawah terik matahari yang menyengat, puluhan warga Desa Mambulilling, Kecamatan Mamasa, tampak sibuk menenteng sekop, ember, dan karung semen. Suara adukan semen dan tawa saling bersahutan, berpadu dengan bunyi batu yang disusun di sepanjang badan jalan yang rusak. Bagi mereka, ini bukan sekadar kerja bakti. Ini adalah bentuk keprihatinan.

Sudah bertahun-tahun jalan penghubung antara Desa Mambulilling dan Buntubuda rusak parah. Aspal yang dulu mulus kini berubah menjadi deretan lubang dalam, sebagian tertimbun tanah dan batu berserakan. Saat hujan turun, genangan air masuk badan jalan hingga sulit dilalui kendaraan.

“Banyak yang jatuh di jalan ini, apalagi kalau malam atau hujan. Ini satu-satunya akses warga ke kota, termasuk jalur ekonomi dan pendidikan. Kalau jalan ini rusak, semua urusan kami ikut terhambat.”tutur Andarias, Kepala Desa Mambulilling, yang siang itu ikut gotong-royong bersama warganya. Jumat, (31/11/2025).

Karena tak kunjung ada perhatian dari pemerintah daerah, warga akhirnya memilih untuk bertindak sendiri. Mereka melakukan perbaikan secara swadaya, mengumpulkan dana dan tenaga seadanya. Tak ada kontraktor, tak ada alat berat. Hanya semangat gotong royong yang menyatukan mereka.

“Dana kami swadaya dari warga. Ada yang menyumbang semen, pasir, batu, sampai biaya konsumsi. Semua dilakukan secara sukarela. Bahkan gaji saya dua bulan terakhir juga saya sumbangkan untuk membantu perbaikan ini.”lanjut Andarias.

Jalan sepanjang beberapa kilometer yang menghubungkan Mambulilling dan Buntubuda itu kini mulai diperkeras dengan cor beton di titik-titik yang paling rusak. Meski pekerjaan masih jauh dari rampung, warga merasa lega bisa sedikit demi sedikit memperbaikinya, apalagi jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, saat banyak pengguna jalan melintas menuju kampung halaman.

“Kami ingin jalan ini bisa lebih aman sebelum Natal,” kata Andarias dengan nada harap.

Jalan itu terakhir kali diaspal sekitar delapan tahun lalu. Namun karena minimnya perawatan dan kontur tanah yang mudah tergerus air, aspalnya kini nyaris hilang.

Di tengah kerja keras itu, warga Mambulilling menaruh harapan agar pemerintah daerah bisa melihat kondisi jalan ini. Bukan untuk meminta belas kasihan, tapi sebagai bentuk pengakuan atas tanggung jawab yang seharusnya dipikul oleh negara.

Gotong royong ini direncanakan akan berlangsung beberapa hari ke depan, dimulai dari poros Desa Mambulilling hingga ke perbatasan Buntubuda. Mereka bekerja tanpa upah, hanya bermodalkan rasa kebersamaan dan tekad untuk memperbaiki apa yang selama ini diabaikan.

Di tengah kondisi yang serba terbatas, warga Mambulilling menunjukkan arti sesungguhnya dari kata mandiri. Mereka tidak hanya memperbaiki jalan, tetapi juga memperbaiki keyakinan bahwa perubahan bisa dimulai dari bawah dari tangan-tangan yang rela berkorban demi kepentingan bersama.

- GNFI Network -