SulbarKini.com, Mamasa, – Kisah perjuangan heroik siswa-siswi SDN 006 Botteng, Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai untuk mencapai sekolah, akhirnya mendapat respons cepat dari Tim dari Vertical Rescue Indonesia (VRI) yang dipimpin oleh Roki Saputra.
Setelah viral di sejumlah media massa, aksi kemanusiaan langsung ditindaklanjuti dengan kunjungan ke lokasi yang membawa angin segar harapan, Sabtu 01 November 2025.
Kedatangan Roki tidak sendiri, ia didampingi langsung oleh Komandan Kodim 1428/Mamasa, Letkol Arh Edwin Hermawan.
Sinergi kedua pihak ini menunjukkan keseriusan untuk mengakhiri penderitaan anak-anak di SDN 006 Botteng itu.
Pendataan Awal untuk Aksi Cepat
Kunjungan ini berfokus pada pengecekan dan pendataan jembatan yang selama ini menjadi satu-satunya akses utama menuju sekolah.
Roki Saputra dari VRI mengungkapkan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya gerak cepat.
“Hari ini kami sengaja datang ke sini guna untuk mendata. Data tersebut akan kami serahkan ke pusat untuk dilakukan data ulang,” ujar Roki Saputra.
Ia memberikan kabar gembira mengenai rencana tindak lanjut yang terukur dan cepat.
“Mudah-mudahan setelah di data di pusat, minimal satu minggu material sudah masuk,” tambahnya dengan nada optimis.
Kolaborasi TNI dan Relawan Membangun Masa Depan
Komitmen VRI tidak hanya berhenti pada pendataan. Roki Saputra menegaskan kesiapan timnya untuk turut serta dalam proses pembangunan.
“Kami dari Vertical Rescue Indonesia akan membantu membangun jembatan demi memudahkan anak-anak pergi ke sekolah dan tidak usah menyeberangi sungai,” tegasnya.
Dandim 1428/Mamasa, Letkol Arh Edwin Hermawan, yang turut mendampingi, menunjukkan dukungan penuh dari pihak TNI terhadap upaya kemanusiaan ini.
Kehadiran beliau sekaligus menjadi simbol jaminan bahwa proses pembangunan akan berjalan lancar dan aman.
Kisah viral tentang kegigihan guru dan petugas keamanan yang menggendong murid-murid menyeberangi sungai deras kini akan segera berakhir.
Respon cepat dari relawan dan aparat menunjukkan bahwa perhatian masyarakat dan pemerintah terhadap pendidikan di daerah terpencil benar-benar nyata.
Anak-anak SDN 006 Botteng kini dapat menanti hari di mana mereka bisa melangkah dengan aman dan nyaman menuju bangku sekolah, mewujudkan impian pendidikan mereka tanpa dihantui bahaya arus sungai. (Ancha)








