Mamuju, SULBARKINI.COM – Persatuan Sepak Bola Indonesia Mamuju (Persimaju) sukses melaju ke putaran nasional Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan PS Taeso Putra pada laga final Liga 4 Zona Sulawesi Barat yang digelar di Stadion Manakarra, Mamuju, Selasa (28/4) sore.
Di laga tersebut, klub asuhan pelatih Muh Irfan Rahman ini menang telak 4 – 0 melalui gol yang dicetak Ryan Egi Saputra, Muh Fitrah dari titik penalti, Muh Abdi Basri, dan Irsyan Candra Wijaya.
Predikat sebagai juara Piala Gubernur Sulbar itu sekaligus menjadi modal bagi Persimaju dalam menghadapi babak 64 besar Liga 4 atau Piala Presiden 2026.
Mengutip KABARWAJO.ID (jaringan media Sulbarkini.com), sejumlah Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Pulau Sulawesi telah menuntaskan Liga 4 Indonesia musim 2025/2026.
Berikut daftar juara Liga 4 di setiap provinsi di Pulau Sulawesi:
- Sulawesi Selatan : Galaxy Makassar City FC
- Sulawesi Tenggara : Unaaha FC
- Sulawesi Tengah : Celebest FC
- Sulawesi Utara : Persma Manado 1960
- Gorontalo : Panua GFC Pohuwato
- Sulawesi Barat : Persimaju Kabupaten Mamuju
Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, gelaran Piala Presiden 2026 punya konsep spesial. Turnamen pramusim edisi ke-8 ini akan melibatkan juara-juara dari Piala Bupati/Wali Kota dan juga Piala Gubernur yang sudah bergulir.
Erick yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga itu berkeinginan Piala Presiden 2026 menjadi turnamen yang bisa memberikan kesempatan untuk meningkatkan jam terbang pemain sekaligus memperkuat ekosistem sepak bola nasional yang semakin kuat, kompetitif, dan mampu bersaing di level Asia.
“Kami juga akan menggelar Piala Presiden Super Match yang akan diikuti klub-klub besar dan bersejarah,” ungkap Erick Thohir kepada wartawan usai pertemuan tertutup dengan Ketua Steering Commitee (SC) Piala Presiden Maruarar Sirait di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kamis (16/4).

Sementara itu, Ketua SC Piala Presiden Maruarar Sirait menyatakan konsistensi penyelenggaraan selama tujuh edisi terakhir membuktikan bahwa turnamen Piala Presiden memiliki ekosistem yang sehat, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi banyak pihak.
“Penyelenggaraan tahun kedelapan harus semakin baik, semakin tertib, dan semakin berkualitas,” kata Maruarar Sirait.
“Kami ingin Piala Presiden 2026 bukan hanya menghadirkan pertandingan yang menarik, tetapi juga memberi dampak lebih luas. Stadion harus bersih, kesadaran penonton menjaga lingkungan harus meningkat, dan UMKM harus diberi ruang agar manfaat ekonominya dirasakan masyarakat,” imbuh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Ara optimistis, melalui kerja sama dan komitmen semua pihak, Piala Presiden 2026 dapat terus menjaga reputasinya sebagai turnamen yang profesional, berkualitas, dan memberi manfaat nyata bagi sepak bola Indonesia serta masyarakat luas.








