SulbarKini.com – Kekeringan mulai mengancam lahan persawahan warga di Dusun Kopian, Desa Kariango, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa. Kondisi tersebut membuat tanaman padi warga terancam kekurangan air dan berpotensi mengalami gagal panen.
Menyikapi laporan masyarakat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa bergerak cepat dengan menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan penanganan di lokasi. Salah satu langkah yang dilakukan yakni pompanisasi guna membantu memenuhi kebutuhan air bagi persawahan warga.
Kepala BPBD Kabupaten Mamasa, Alfredi Toding, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan masyarakat setelah menerima informasi mengenai kondisi persawahan yang mengalami kekeringan.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, kami langsung merespons dengan menurunkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi. Kami melakukan pompanisasi untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi persawahan warga yang terdampak kekeringan,” ujar Alfredi.
Ia menjelaskan, pompanisasi dilakukan sebagai salah satu upaya penanganan awal untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu petani mempertahankan tanaman padi yang saat ini membutuhkan pasokan air.
“Kami berupaya semaksimal mungkin membantu masyarakat, khususnya petani yang lahannya terdampak kekeringan. Pompanisasi ini merupakan langkah yang bisa kami lakukan untuk membantu menyelamatkan tanaman agar tidak sampai gagal panen,” katanya.
Tim TRC BPBD melakukan pompanisasi dengan mengalirkan air menuju area persawahan yang mengalami kekurangan pasokan air. Petugas juga melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan untuk memastikan penanganan dapat berjalan secara efektif.








