SULBARKINI.COM – Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, dikenal sebagai daerah pegunungan yang kaya akan keindahan alam. Di balik lebatnya hutan dan sejuknya udara, tersimpan sebuah destinasi wisata yang memesona, seolah jatuh dari langit. Air Terjun Podiba.
Air terjun yang terletak di Desa Malatiro, Kecamatan Tabulahan, ini menjulang dengan ketinggian sekitar 150 meter. Dari kejauhan, gemuruh air yang menghantam bebatuan terdengar gagah, sementara bias-bias air yang terbawa angin menyerupai embun halus, menyapa wajah setiap pengunjung bahkan dari puluhan meter jauhnya.
“Ini air terjun Podiba, memang sejak dulu namanya sudah begitu dari nenek-nenek. Ketinggiannya kurang lebih 150 meter. Hampir selalu ada pengunjung, bahkan anak sekolah sering datang ke sini,” tutur Amos, salah seorang warga sekitar, Kamis (2/10/2025).
Keindahan air terjun Podiba tak hanya pada ketinggiannya. Dikelilingi pepohonan rimbun, kawasan ini menghadirkan suasana alami yang menenangkan. Udara segar, suara gemericik air, dan cahaya matahari yang menyelinap di antara pepohonan menciptakan harmoni alam yang sulit ditemui di tempat lain.
Namun, untuk sampai ke lokasi, pengunjung perlu menyiapkan stamina. Dari jalan poros Mamasa–Mamuju, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh dua kilometer. Jalurnya menanjak, melewati anak sungai, dan medan berbatu yang menantang. Meski melelahkan, semua rasa letih itu segera terbayar lunas ketika keindahan Podiba menyapa di ujung perjalanan.
Sayangnya, destinasi yang menjanjikan ini masih belum tersentuh pengelolaan pemerintah. Minimnya fasilitas dan sulitnya akses membuat potensi besar wisata air terjun Podiba belum tergarap maksimal.
“Kami berharap pemerintah bisa segera mengelola air terjun ini, supaya masyarakat leluasa berkunjung dan bisa berdampak juga pada ekonomi warga,” lanjut Amos.
Air Terjun Podiba adalah permata tersembunyi Mamasa. Tempat di mana alam seakan ingin menunjukkan kemegahan dan keindahannya, sekaligus menjadi pengingat bahwa surga itu memang nyata, dan salah satunya ada di pedalaman Sulawesi Barat.
(Frendy)








