Sulbarkini.com, MAMASA – Peristiwa tanah bergerak di Limbong Lopi, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa yang terjadi pada tahun 2022 lalu hingga saat ini masih menyisakan duka mendalam bagi warga yang terdampak.
Sebab hingga september 2025 tahun ini rumah terdampak tersebut masih dalam kondisi rusak dan belum mendapat perhatian pemerintah
Seolah peristiwa 2022 itu diabaikan oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa.
Bukan tanpa sebab, dari pantauan laman ini pada Sabtu 20 September 2025, nampak sejumlah rumah terdampak itu belum sama sekali ada perbaikan.
Tanahnya masih menganga dan retak tanpa perbaikan sama sekali. Padahal peristiwa tanah bergerak itu terjadi di 2022 lalu.
Diceritakan salah satu warga terdampak bencana itu, Neldrin Sofyani, saat peristiwa itu terjadi (2022 lalu), Pemda Mamasa berjanji akan memperbaiki drainase di sekitar rumah warga.
Sebab drainase itu diduga jadi pemicu utama tanah bergerak tersebut. Bahkan menurut Neldrin, kala itu Pemda juga janji akan berikan perhatian bagi warga yang terdampak.
Nyatanya hingga tahun 2025 ini, janji tersebut rupanya hanya Nina bobo saja bagi warga yang terdampak.
Dengan demikian, warga berharap Bupati yang baru terpilih pada Pilkada 2024 yakni Welem Sambolangi dan H. Sudirman, dapat memperhatikan kondisi yang dialami warga itu.
“Kami takut jangan sampai ada lagi susulan kalau tidak ditangani, apalagi kondisi cuaca saat ini tidak menentu,” ucap Neldrin Sofyani.
Sementara itu Bupati Mamasa Welem Sambolangi, mengaku telah mengintruksikan kepada Dinar PUPR Mamasa dan BPBD untuk meninjau lokasi terdampak itu.
Welem mengaku, akan segera lakukan penanganan Sesai dengan kemampuan keuangan dan kewenangan daerah.
“Kita segera lakukan penanganan sesuai dengan kemampuan keuangan dan kewenangan daerah kita,” pungkasnya.(*).








