SULBARKINI.COM, MAMASA – Durasi waktu antara penyerahan hasil job fit dari panitia seleksi (Pansel) kepada Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Mamasa, tuai sorotan dari sejumlah kalangan masyarakat.
Diketahui job fit eselon II di Kabupaten Mamasa dilaksanakan di Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) selama tiga hari. Dimulai pada Minggu 8 Agustus 2025 hingga selesai.
Namun hasilnya baru diserahkan Pansel pada Senin 6 Oktober 2025. Hal ini menimbulkan sorotan dari sejumlah kalangan masyarakat sebab dinilai durasi waktu antara job fit dan penyerahan hasil terlampau jauh.
Karena itu hingga saat ini hiruk pikuk soal job fit tersebut masih jadi pembahasan disejumlah kalangan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut salah satu Pansel job fit Prof. Miten Lullulangi angkat bicara ke Sulbarkini.com, Rabu 15 Oktober 2025.
Dijelaskan Miten, hasil job fit lambat diserahkan disebakan beberapa alasan. Menurutnya pada saat selesai rapat perampungan hasil job fit pada Agustus 2025 lalu, Bupati Mamasa sudah agendakan untuk diserahkan hasilnya di Mamasa.
Namun dengan adanya kesibukan Bupati Mamasa Welem Sambolangi sehingga rencana itu tak dapat dilaksanakan.
“Pak Bupati janjikan tanggal 20 Agustus lalu kami datang di Mamasa untuk menyerahkan itu hasil, tapi pada saat itu Pak Bupati sibuk dan ke Jakarta jadi Pak Bupati janji akan dijemput langsung di Makassar itu hasil,” ungkap Miten via telepon WhatsApp kepada Sulbarkini.com, Rabu 15 Oktober 2025.
Lanjut Miten menjelaskan, setalah janji awal itu batal lantaran, Bupati Mamasa kembali jadwalkan akan mengambil langsung hasil job fit tersebut di LAN RI Makassar.
Miten mengaku, sebelum 17 Agustus 2025 pihaknya kembali janjian dengan Bupati Mamasa Welem Sambolangi untuk langsung ke LAN RI mengambil hasil job fit tersebut.
Namun saat itu lanjut Miten, tengah maraknya demo di Makassar hingga janji untuk ketemu Bupati Mamasa di LAN batal lagi.
Sebab saat itu kata Miten, protokoler langsung mengarahkan Bupati Mamasa untuk ke Mamasa demi mengantisipasi terjadinya hal – hal di Mamasa seperti daerah lain.
“Saat itu lagi maraknya demo di Makasar dan pada saat Bupati tiba di bandara langsung diarahkan protokoler ke Mamasa untuk mengantisipasi segala sesuatu terjadi di Mamasa seperti daerah lain, karena saat itu lagi maraknya demo – demo, jadi rencana untuk ambik hasil itu batal lagi” tutur Miten.
Selain itu lanjut Miten, ketua Pansel juga sangat sibuk sebab banyak melakukan tes job fit di daerah lain sehingga tak punya kesempatan menyerahkan hasil job itu ke Bupati Mamasa.
Sehingga penyerahan dilakukan pada Senin 6 Oktober 2025 beberapa hari lalu. “Disitu baru ada kesempatan ketua, dan itu pertama kalinya ke Mamasa itu,” kayanya.
Itulah alasan kata Miten sehingga penyerahan hasil job fit kepada Pemda Mamasa terlambat.
Miten tak menapik soal dirinya yang punya hubungan kerabat terhadap salah satu peserta job fit.
“Itu sudah saya jelaskan saat penyerahan di Mamasa, dan selama job fit dilaksanakan ketua Pansel itu tak pernah tahu kalau saya punya keluarga yang ikut,” jelasnya.
Miten mengaku, hubungan kerabat dengan salah satu peserta memang ada, namun hal itu tak pernah ia ungkap selama job fit dilaksanakan.
“Nanti setelah hasil itu disegel dalam map dan kami makan untuk berpisah, baru di tau pak ketua,” pungkasnya.(***)








