Sulbarkini.com, Mamasa – Lembaga Sinergi Muda Mamasa (SMM) Kabupaten Mamasa, menolak keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memberi bantuan kepada organisasi manapun.
Penolakan ini disampaikan ketua SMM, Ryan Mewa’ kepada Sulbarkini.com, pada Sabtu 20 September 2025 sekira pukul 22:09 WITA.
Ryan mengaku, penolakan tersebut didasarkan pada kondisi APBD Mamasa yang saat ini sedang mengalami kesulitan keuangan. “Itu alasan kami,” jelas Ryan via pesan WhatsApp.
Menurut Ryan Mewa’, prioritas utama Pemda Mamasa seharusnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan Kabupaten Mamasa secara umum, bukan membagi-bagikan anggaran tanpa tujuan yang jelas.
“Kami memahami bahwa APBD Mamasa saat ini sedang tidak sehat, sehingga sangat tidak bijak jika anggaran tersebut digunakan untuk bantuan yang tidak berdampak langsung pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Ryan.
Sinergi Muda Mamasa menilai bahwa Pemda Mamasa perlu lebih fokus pada program-program yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan ekonomi lokal berdasarkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat Mamasa yaitu Pertanian.
Dengan demikian lanjut ketua SMM, anggaran yang tersedia dapat digunakan secara efektif dan efisien untuk kepentingan masyarakat luas.
Ditegaskan Ryan Mewa’, Sinergi Muda Mamasa berkomitmen akan terus mengawasi dan mengkritisi kebijakan Pemda Mamasa demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Mamasa.
“Sebagai pemuda yang peduli dengan daerahnya, kami ingin memastikan bahwa anggaran digunakan untuk kepentingan masyarakat secara umum, bukan untuk kepentingan kelompok atau organisasi tertentu,” pungakasnya.(***)








