Tuna Indonesia dan Strategi Menembus Pasar Ekspor

Ketua Umum Lembaga Komunikasi Percepatan Ekspor Nasional (LKPEN), Andi Killang.
WA Channel

Oleh : Andi Killang
(Spektrum Global, AK Global Institute)

Indonesia, sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia, telah lama dikenal sebagai produsen utama ikan tuna.

Dengan kontribusi sekitar 18 persen dari total produksi tuna global, Indonesia menegaskan perannya sebagai pemain kunci dalam industri perikanan internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja ekspor tuna Indonesia menunjukkan tren positif. Uni Eropa, ASEAN, Jepang, dan Amerika Serikat masih menjadi pasar tradisional utama, sementara Thailand dan Filipina terus menyerap volume signifikan untuk kebutuhan industri pengolahan mereka.

Tak kalah menarik, China muncul sebagai destinasi baru dengan lonjakan ekspor lebih dari 500 persen pada 2023, menandai terbukanya peluang strategis di pasar Asia Timur.

Meski demikian, posisi Indonesia dalam perdagangan global baru mencapai peringkat ke-6 eksportir dunia dengan pangsa sekitar 5,3 persen, menunjukkan bahwa ruang untuk memperkuat daya saing masih sangat besar.

Solusi, Taktik, dan Strategi untuk Menarik Pembeli Tuna Dunia

1. Peningkatan Standar Mutu dan Sertifikasi Internasional

Memastikan seluruh produk tuna memenuhi standar HACCP, MSC, dan FDA. Transparansi rantai pasok melalui traceability system berbasis digital agar pembeli dapat melacak asal-usul ikan.

2. Diversifikasi Produk dan Inovasi Pengolahan

Tidak hanya mengekspor tuna beku, tetapi juga mengembangkan produk bernilai tambah: fillet premium, sushi-grade tuna, tuna kaleng organik, hingga produk siap saji.

Mengadopsi konsep green product dan sustainability branding untuk menarik pasar Eropa dan AS yang peduli lingkungan.

3. Strategi Diplomasi Ekonomi dan Perdagangan

Memanfaatkan FTA (Free Trade Agreement) dengan negara mitra agar tarif masuk lebih kompetitif. Aktif menjalin kerjasama G2G (Government to Government) sekaligus B2B (Business to Business) melalui misi dagang, pameran internasional, dan promosi digital.

4. Penguatan Branding Indonesia sebagai Pemasok Utama

Membentuk narasi “Indonesia Tuna: Sustainable, Traceable, and Reliable”. Mendorong promosi di pameran seafood internasional seperti Boston Seafood Expo, Brussels Seafood Show, dan China Fisheries Expo.

5. Efisiensi Logistik dan Pusat Distribusi

Pembangunan cold storage modern di sentra produksi. Menyiapkan hub logistik ekspor di Singapura atau Dubai untuk mempercepat distribusi global.

6. Kemitraan dengan Rantai Pasok Global

Bekerja sama dengan perusahaan ritel internasional (Carrefour, Walmart, Costco, Aeon) untuk penetrasi pasar langsung. Menggandeng importir besar dan jaringan restoran sushi premium di Jepang, AS, dan Eropa.

Penutup/Kesimpulan

Dengan memadukan kualitas produk, inovasi, diplomasi perdagangan, serta penguatan branding global, Indonesia berpeluang besar memperluas jejaknya sebagai pusat suplai tuna dunia.

Tuna tidak hanya menjadi komoditas ekspor unggulan, tetapi juga simbol kekuatan ekonomi maritim Indonesia yang mampu menembus batas samudera dan menaklukkan pasar global.

- GNFI Network -