15 Tahun Pengabdian, Susiyanti Resmi Jadi PPPK

WA Channel

PASANGKAYU,SULBARKINI.COM – Ada yang berbeda di halaman Kantor Bupati Pasangkayu pada Selasa, (23/9/2025).

Ratusan wajah bersinar penuh haru, tangan menggenggam erat Surat Keputusan, dan doa syukur terlantun dari hati yang lama menunggu.

Diantara 412 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang resmi dilantik, berdiri sosok Susiyanti, perempuan sederhana yang telah menorehkan jejak pengabdian selama 15 tahun.

Sejak tahun 2009, langkahnya dimulai sebagai tenaga honorer di Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Pasangkayu.

Kala itu, ia menerima status honorer bukan sebagai beban, melainkan sebagai ladang pengabdian.

Gaji yang jauh dari cukup tidak membuatnya menyerah, justru menambah keyakinannya bahwa pengabdian adalah panggilan hati.

“Saya selalu percaya, jika kita bekerja dengan tulus, InsyaAllah pasti akan ada jalan,” kenang Susiyanti.

Waktu terus berjalan, hingga pada 2016 ia dipindahtugaskan ke lingkup Sekretariat Daerah, tepatnya di Bagian Humas dan Protokoler yang kini berubah nama menjadi Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah (Prokopim).

Disanalah Susiyanti semakin banyak belajar arti loyalitas. Ia kerap terlibat dalam tugas-tugas protokoler, menyiapkan kegiatan pimpinan daerah, hingga mendampingi dalam acara resmi.

Semua itu ia jalani tanpa pernah mengeluh, meski statusnya belum juga berubah.

Dibalik senyum tenangnya, Susiyanti menyimpan cerita suka duka. Tak jarang ia harus pulang larut malam karena tugas.

Ada pula masa-masa ketika rasa lelah bercampur harap, seakan tak ada kepastian kapan perjuangannya akan diakui negara.

Namun setiap kali rasa itu datang, ia kembali meneguhkan hati.

“Saya selalu bilang ke diri sendiri, jangan berhenti. Satu hari nanti akan ada jalan terang,” ujarnya lirih.

Doa panjang itu akhirnya menemukan jawabannya. Pada Desember 2024, Susiyanti berhasil lulus dalam seleksi PPPK Tahap I Formasi 2024.

Kabar itu disambut dengan tangis haru keluarga dan rekan-rekan sejawat yang tahu betul betapa besar perjuangan yang telah ia jalani. Dan tepat pada 23 September 2025, ia resmi mengucapkan sumpah janji sebagai PPPK dihadapan Bupati Pasangkayu yang menyerahkan SK.

“Perjuangan ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang semua honorer yang tak pernah berhenti berharap. Saya berdiri di sini bukan sekadar menerima SK, tetapi membawa doa dari setiap orang yang masih berjuang. Hari ini adalah hadiah terindah dari 15 tahun pengabdian,” tutur Susiyanti dengan mata berbinar.

Bagi Susiyanti, momentum itu adalah bukti nyata bahwa kesetiaan dalam melayani tidak akan sia-sia.

Dari seorang honorer yang sabar menanti, kini ia berdiri tegak dengan pengakuan resmi negara.

Pengangkatannya bukan hanya simbol perubahan status, tetapi juga wujud penghargaan atas ketulusan dan dedikasi.

Kisah Susiyanti menjadi pengingat, bahwa setiap pengabdian, betapa pun panjang jalannya akhirnya terjawab dalam bentuk penghargaan yang mengharumkan pengabdian.*(Ar/Nca)

- GNFI Network -