Topoyo, SULBARKINI.com – Petani pembudidaya pisang cavendish di Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, optimistis mengembangkan budidaya pisang tersebut.
Salah seorang petani setempat, Daeng Lili, mengaku optimistis budidaya pisang cavendish yang dilakukannya dapat berkembang.
Apalagi, dengan adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan pemerintah kabupaten melalui Bank Sulselbar.
“Sejak tiga tahun lalu kami sudah mencoba dan itu berhasil. Dengan adanya program saat ini, ditunjang dengan KUR sangat baik, dan itu saya yakin akan berhasil untuk masyarakat ke depan,” kata Daeng Lili di Topoyo, Selasa (26/11).
“Yang menjadi persoalan bagi petani adalah modal, nah sekarang dengan di-support-nya modal melalui KUR, Insyaallah akan jalan dan saya yakin itu akan berhasil ke depan,” tambahnya
Lili mengatakan, untuk pengembangan pisang cavendish, dirinya telah membuka rawa atau lahan basah yang saat ini tercatat 10 hektare di Desa Tobadak.
“Nantinya, akan mirip pertanian cavendish di Thailand, rawa-rawa yang dibuka dan dapat tumpang sari dengan budidaya ikan tawar,” ujarnya.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Bahtiar Baharuddin mengatakan pihaknya mendorong budidaya pisang Cavendish untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Untuk mengubah pendapatan masyarakat, dorong masyarakat untuk memproduksi, meningkatkan pendapatan melalui potensi yang dimiliki. Salah satunya mendorong masyarakat untuk melakukan budidaya pisang Cavendish,” kata Bahtiar.
Dia juga mengapresiasi dukungan Bank Sulselbar, khususnya di Mamuju Tengah yang lebih awal memberi dukungan kepada masyarakat untuk merealisasikan KUR guna budidaya pisang Cavendish.
“Untuk 2025, Pemprov juga akan mendorong komoditi lainnya, seperti durian Musang King. Hal ini sebagai bentuk keseriusan dalam mewujudkan swasembada pangan yang selaras dengan program pemerintah pusat,” pungkas Bahtiar. (*/adv)








