
Sulbar Kini, Mamuju – Polewali Mandar (Polman) menjadi kabupaten penyumbang angka putus sekolah tertinggi di Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa 17 Mei 2022.
Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulbar, anak putus sekolah usia 7 hingga 15 tahun di Sulbar mencapai 12.611 orang.
Dari data itu, Polman tembus 4.181 anak. Kabupaten lain, Mamasa 1.055, Majene 1.885, Mamuju 2.799, Mamuju Tengah (Mateng) 1.216, dan Pasangkayu 1.475 anak.
Kepala BKKBN Provinsi Sulbar, Nuryamin mengungkapkan, banyak faktor yang menjadi pemicu anak putus sekolah. Di antaranya masalah pengetahuan dan kemiskinan.
“Anak-anak yang seharusnya belajar, terpaksa bekerja untuk membantu ekonomi keluarga,” kata Nuryamin kepada sejumlah wartawan, siang tadi.
Nuryamin menuturkan, problematika itu harus segera diselesaikan. Sebab, kata dia, tingkat pendidikan yang rendah berpotensi menurunkan kualitas keluarga.
Jika itu terjadi, maka akan memicu kesenjangan di berbagai sektor. Salah satunya masyarakat tidak memiliki daya saing dan akan kesulitan mendapat pekerja yang layak. Imbasnya pendapatan menjadi minim dan tak mampu memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
“Harapan kita, kualitas keluarga itu bisa naik, karena kalau naik otomatis perekenomian keluarga juga ikut naik,” ungkapnya.
Guna menyelesaikan problematika itu, Nuryamin meminta kerja sama seluruh pihak. Tak hanya pemerintah provinsi dan kabupaten, tetapi komunitas, organisasi, hingga lembaga swadaya masyarakat.
“Agar anak-anak ini bisa mendapatkan haknya. Jangan dieksploitasi hanya karena persoalan ekonomi. Meskipun harus berkebun, tidak jadi masalah. Tapi harus berpendidikan,” pungkasnya. (*)








