Pasangkayu, SULBARKINI.COM – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pasangkayu, Muhammad Dasri, mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V untuk segera melakukan penanganan maksimal terkait kondisi tanggul penahan ombak di Pantai Batu, Kelurahan Baras, yang memicu abrasi.
Ini disampaikan Ketua DPD Partai NasDem Pasangkayu itu dalam kunjungannya di Kantor BWS Sulawesi V di Mamuju, Jumat (27/2). Dasri menuturkan, tanggul penahan ombak yang mengalami kerusakan parah membuat permukiman warga berada dalam kondisi rawan, terutama saat gelombang pasang melanda pesisir.
“Kerusakan tanggul tidak hanya berdampak pada fasilitas fisik, tetapi juga memicu kecemasan warga yang tinggal di sekitar pesisir. Setiap musim gelombang tinggi tiba, masyarakat dihantui kekhawatiran akan potensi abrasi yang semakin meluas,” ungkap Dasri didamping Anggota DPRD Pasangkayu, Hariman.

Dia menambahkan, laporan dari warga telah diterima sejak beberapa waktu lalu dan kondisi di lapangan dinilai semakin mendesak. Karena itu, pihaknya menyerahkan proposal resmi sebagai bentuk permohonan agar segera dilakukan kajian teknis serta langkah penanganan, termasuk opsi darurat jika dibutuhkan.
“Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Kami berharap ada respons cepat sebelum dampaknya semakin besar,” tegas Dasri.
Dia juga memastikan DPRD akan terus mengawal proses tersebut hingga ada tindak lanjut konkret dari pihak terkait.
Kerusakan tanggul di Pantai Batu menjadi perhatian serius, mengingat wilayah pesisir Pasangkayu rentan terhadap cuaca ekstrem dan perubahan iklim.
Bagi masyarakat Baras, langkah ini menjadi harapan baru agar perlindungan kawasan pesisir dapat segera direalisasikan dan ancaman abrasi tidak lagi menghantui kehidupan mereka setiap tahunnya. [*/SK]








